Tunangan dan lamaran adalah tahap penting yang harus dijalani sepasang kekasih sebelum melangsungkan pernikahan. Dua tahap ini masih memiliki arti yang rancu dan beda persepsi di sebagian besar orang. Secara bahasa keduanya memiliki arti yang terdengar serupa tetapi memiliki arti yang berbeda
Bertunangan adalah bersepakat menjadi suami istri. Tunangan merupakan janji sepasang kekasih untuk melanjutkan hubungan ke langkah selanjutnya dan mempersiapkan pernikahan. Dengan melangsungkan pertunangan, pasangan tersebut telah menyatakan bahwa keduanya memiliki niat baik ke jenjang yang lebih serius. Prosesi tunangan umumnya dilakukan dengan cara seorang pria menunjukkan niat baiknya kepada wanita yang dicintai didepan banyak orang.
Sedangkan lamaran ialah meminta atau meminang seseorang untuk menjadi pengantinnya. Proses lamaran lebih bersifat adat, dimana melibatkan kedua orang tua dan kerabat dekat dari sepasang kekasih. Prosesi lamaran lebih sakral dan intim karena bersifat perkenalan awal kedua keluarga.
Antara lamaran dan tunangan, keduanya sama sama menyematkan cincin di jari manis perempuan, kadang juga di jari kedua calon pengantin. Akan tetapi pada prosesi lamaran membawa hantaran penuh makna dan ada upacara adat yang harus dituruti. Sementara tunangan hanya momentum penyematan cincin saja. Sebagian orang menganggap sebaliknya. Proses lamaran yang berarti pertemuan orangtua kedua belah pihak, orang tua dari laki-laki akan menanyakan kesiapan dari pihak perempuan.
Setelah melakukan proses lamaran dan mencapai kesepakatan baru akan dilakukan tunangan. Acaranya pun juga diselimuti tradisi penyerahan hantaran dan pemasangan cincin
Sumber info : popbela.com
