Selingkuh atau mendua menjadi momok menakutkan bagi setiap pasangan. Bagaimana tidak, membayangkan orang yang dicintai saling berbagi perasaan, waktu, dan harta dengan orang lain, bahkan hingga melakukan hubungan asmara layaknya suami-istri tentu membuat hati terasa sakit.
Seperti baru-baru ini, kisah perselingkuhan pesohor tanah air yang terkenal dengan lagu-lagu dengan lirik romantis dan sangat menyentuh. Akan tetapi di real life justru melakukan perselingkuhan berulang meski telah dimaafkan.
Lantas benarkah bahwa orang yang sekali selingkuh, akan melakukan hal yang sama di kemudian hari ?
Menurut Matt Garret dari Huffington Post, untuk menebak perilaku seseorang di masa depan, tengoklah pola perilakunya di masa lalu. Orang yang pernah selingkuh di masa lalu akan memiliki kemungkinan untuk berselingkuh lagi di masa depan.
Dilansir dari Men’s Health, terdapat satu penelitian oleh University of Denver yang mengamati pola hubungan asmara pada remaja dengan pasangan yang berselingkuh. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa orang yang melaporkan pasangan mereka telah berselingkuh, tiga kali lebih mungkin melaporkan kasus pasangannya yang kembali berselingkuh.
Pada tahun 2016, terdapat satu studi yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, dimana diperoleh kesimpulan bahwa 30% orang yang telah berselingkuh, melakukan pola yang sama dengan pasangan mereka saat ini.
Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta selalu terjadi. Jika ditinjau dari studi tahun 2016, 70% orang yang telah berselingkuh tidak kembali tersesat pada jalan yang sama. Tentu saja ada berbagai faktor lain yang menentukan perilaku pasangan. Ingat, selalu ada kemungkinan bahwa pasangan betul-betul berhenti dari masa lalu buruknya. Memberikan kesempatan kepada pasangan bukanlah hal yang salah.
Di sisi lain, menjadi korban perselingkuhan memang tidak mudah. Akan ada rasa kecewa, kehilangan percaya diri, dan sulit memberikan kepercayaan kembali yang selalu memberatkan hati. Bila ingin memberikan kesempatan kedua pada pasangan yang telah mengkhianati, cobalah cari tau terlebih dahulu faktor yang menyebabkan pasangan berselingkuh. Kemudian, lihat bagaimana respon mereka setelah ketahuan melakukan perselingkuhan.
Psikolog Gracia mengungkapkan, “Lihat bagaimana usaha pasangan untuk memperbaiki hubungannya kembali. Namun, perlu disadari , memperbaiki hubungan tidak hanya pada satu pihak. Tetapi, dimana kedua pasangan sama-sama mau untuk belajar memperbaiki hubungan kembali”. Sebab, faktor paling banyak munculnya perselingkuhan adalah merasa kebutuhannnya tidak terpenuhi.
Satu yang paling penting adalah, mengikuti kata hati. Apakah dia layak dimaafkan ? dan apakah hubungan ini layak dipertahankan ?
Berikut beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan pada diri sendiri sebagai bahan pertimbangan,
- Apakah ini perselingkuhan yang pertama ? atau sudah berapa kali ini terjadi ?
- Apakah pasangan mengetahui seberapa dalam luka yang telah disebabkan ? dan seberapa menyesalnya ?
- Apakah pasangan sadar bahwa perselingkuhan bukan tindakan yang benar ?
- Apakah pasangan terlihat dengan sepenuh hati ingin memperbaiki hubungan ?
- Apakah pasangan mengungkapkan secara jujur apa faktor penyebab perselingkuhan ?
- Apakah pasangan dapat dipercayai kembali dan hubungan layak dipertahankan ?
- Ketidaksetiaan pasangan akan selalu menghantui, siapkah dengan rasa overthinking yang mengakar kuat dalam hati ?
- Apakah keluarga dan teman mendukung untuk memaafkan pasangan yang telah berselingkuh ? jika iya sertakan alasan yang masuk akal
Karena terlepas dari apapun, kebahagiaan diri sendiri adalah yang utama. Dan kebahagiaan buah hati (jika sudah memiliki) menjadi faktor pendukungnya. Perselingkuhan yang telah terjadi berulang kali tentu akan selalu mengakar menjadi kebiasaan. Namun, jika masih bisa dimaafkan, kesempatan kedua merupakan sesuatu yang mahal yang layak diberikan.
Nawwis Wedding Ring selalu berharap agar kamu dan pasangan selalu mengingat momen manis dan janji suci yang telah di ucapkan. Menggunakan cincin nikah bisa menjadi satu hal kecil agar kamu selalu ingat dengan pasangan. Tetap gunakan cincin nikahmu dengan bangga, dan tunjukkan bahwa kamu memiliki pasangan sah yang saling berbagi kehidupan dan cinta ©



