HUKUM MEMAKAI CINCIN EMAS BAGI PRIA MUSLIM

HUKUM MEMAKAI CINCIN EMAS BAGI PRIA MUSLIM

  • Post category:Artikel

Dahulu kala, cincin merupakan simbol keabadian. Begitupun saat sepasang kekasih memutuskan untuk menjalani hidup dalam tali pernikahan. Cincin digunakan sebagai pengikat. Sudah tahu belum kalau dalam pandangan Islam pemakaian cincin kawin pria ternyata memiliki peraturannya ??

Jika ditelusuri, penggunaan cincin nikah dalam Islam tidak dikenal. Namun, hal ini berbeda dengan yang namanya mahar. Dalam hadits Nabawi disebutkan bahwa salah satu bentuk mahar adalah cincin yang terbuat dari besi. Rasulullah SAW bersabda, “Berikanlah mahar meski hanya terbentuk cincin dari besi.” Hadits ini memang tidak menyiratkan adanya bentuk tukar cincin antar kedua mempelai, tapi lebih merupakan anjuran untuk memberi mahar meski hanya sekedar cincin dari besi. Sehingga, cincin dari besi itu diberikan pihak laki-laki sebagai mahar kepada pihak istri. Sedangkan pihak istri tidak memberi cincin itu kepada laki-laki.

Prosesi tukar cincin yang terjadi di masyarakat kita itu pada dasarnya lebih pada acara seremonial tambahan saja. Hal ini tidak terkait dengan soal keyakinan atau akidah yang dianut. Pasangan laki-laki dan perempuan setelah melakukan akad nikah maka sah menjadi sepasang suami-istri. Kemudian melakukan tukar cincin secara simbolik menggambarkan keduanya adalah pasangan yang siap berbagi, saling memberi, saling melayani, dan menunaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

Persoalan kemudian muncul ketika dalam prosesi tukar cincin tersebut adalah cincin yang terbuat dari emas, di mana pemakaian cincin emas bagi laki-laki adalah tidak diperbolehkan atau diharamkan. Sedangkan pemakaian cincin emas bagi perempuan diperbolehkan. Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, kecuali apa yang dikemukakan dari riwayat Ibnu Hazm yang menyatakan kebolehannya dan dari segelintir ulama sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam Syarhu Shahihi Muslim-nya.

Sesuai dengan cerita dari Anas bin Malik RA dalam hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah mengenakan cincin perak di jarinya dan mengukirnya dengan namanya sendiri, Muhammad Rasulullah. (HR Bukhari dan Muslim).

Sementara itu seorang laki-laki muslim yang menggunakan cincin selain dari bahan emas hukumnya mubah atau diperbolehkan. Bahkan Nabi Muhammad pun memakai cincin dengan ukiran nama Muhammad Rasulullah yang terbuat dari bahan perak. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku memakai cincin dari perak dan aku lukis di atasnya Muhammad Rasulullah, maka janganlah seseorang mengukir seperti ukirannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hal ini seorang laki-laki muslim, boleh saja menggunakan cincin nikah, yang penting adalah cincin nikah yang dimaksud tidak terbuat dari bahan emas. Apabila terbuat dari bahan emas maka haram hukum untuk memakainya.

Untuk mencari alternatifnya, Palladium, Platinum dan Perak merupakan logam yang bisa yang dijadikan perhiasan yang boleh dipakai oleh laki-laki muslim. Selain itu harga dari ketiga bahan tersebut relative murah dan sangat terjangkau.

WUJUDKAN CINCIN IMPIANMU BERSAMA NAWWIS

Proses Cepat - Design Custom - Harga Terjangkau - Bahan Berkualitas

081-2367-8080

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply