Hal yang Diperlukan Untuk Rumah Tangga Bahagia

Hal yang Diperlukan Untuk Rumah Tangga Bahagia

  • Post category:Artikel

Membangun sebuah keluarga yang harmonis, jika dalam islam disebut dengan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, merupakan hal yang tidak mudah. Tidak semudah yang dikatakan dan dibayangkan. Mengapa? Karena dalam suatu pernikahan, minimal ada dua individu yang memiliki banyak perbedaan yang kemudian disatukan dan diselaraskan kepentingan dan tujuan keduanya. Selain dua individu, juga pastinya ada dua keluarga besar yang ikut disatukan dalam suatu pernikahan yang tidak jarang memiliki latar belakang yang berbeda.

Oleh karena itu, ada banyak hal yang perlu disiapkan dalam proses penikahan baik sebelum, saat, maupun sesudah pernikahan, khususnya yang berhubungan dengan sifat atau karakter dari seseorang yang menjadi pasangan hidup kita. Supaya nantinya dapat tercipta keluarga yang harmonis dan langgeng sampai akhir masa. Berikut beberapa sifat kesalingan yang diperlukan oleh pasangan baik yang akan maupun yang telah menikah untuk bisa menciptakan hubungan keluarga yang harmonis.

  • Kejujuran

Seberapa penting kejujuran dalam sebuah hubungan? Mungkin bagi setiap orang kejujuran merupakan faktor utama dalam menjalani sebuah hubungan, karena kejujuran merupakan pondasi dasar atau kekuatan untuk menciptakan hubungan yang bahagia. Baik hubungan pertemanan, hubungan bisnis, terlebih hubungan dengan pasangan. Saling jujur satu sama lain akan menjadikan pasangan menjadi saling percaya dan tidak mudah curiga. Apalagi bagi pasangan yang sedang menjalani Long Distance Relationship (LDR). Kejujuran merupakan modal utama dalam mempertahankan hubungan, menciptakan kebahagiaan sehingga dari kejujuran akan muncul ketenangan dalam rumah tangga. Setelah itu, dari rasa tenang yang ada dalam hati masing-masing pasangan, maka kelanggengan hubungan bukanlah suatu hal yang sulit untuk diwujudkan.

  • Saling percaya dan keterbukaan

Saling percaya juga merupakan hal penting untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Tidak ada kecurigaan yang timbul antara suami maupun isteri. Saling percaya merupakan buah dari sifat kejujuran antar pasangan. Ketika pasangan sudah saling percaya, maka rasa kekhawatiran dalam hati bahwa pasangan akan melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan hubungan menjadi rusak akan semakin rendah. Oleh karena itu, adanya keterbukaan dalam rumah tangga itu sangat diperlukan. Jangan sampai ada hal yang ditutup-tutupi, sehingga kemungkinan timbulnya rasa curiga antara satu dengan yang lain itu menjadi sangat kecil. Dengan adanya keterbukaan, seorang suami menjadi mengerti masalah apa yang sedang dihadapi sang isteri, begitupun sebaliknya. Isteri juga mengerti masalah apa yang sedang dihadapi oleh sang suami. Sehingga nantinya dapat saling membantu menemukan solusi untuk masalah yang sedang dihadapi. Saling percaya bukan hanya sekedar memberi dan menerima kepercayaan dari pasangan begitu saja. Namun didalamnya ada sebuah tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan tersebut dan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi tanpa menghiraukan pasangan.

  • Saling mendukung

Setiap orang tentu memiliki tujuan, visi, misi, cita-cita dan lain sebagainya yang ingin dicapai dalam hidupnya. Baik itu tentang karir, ekonomi, status sosial dan lain-lain. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, otomatis ada penyatuan dan cita-cita yang berbeda tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya sifat saling mendukung satu sama lain terhadap pasangan dalam mencapai cita-citanya. Sharing masalah pekerjaan dengan pasangan misalnya, kemudian memberi solusi akan masalah tersebut merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti untuk pasangan.

  • Saling memahami dan mengerti pasangan

Tidak jarang hal-hal kecil menjadi sebuah sumber pertengkaran karena seorang isteri maupun suami tidak bisa saling mengerti terhadap pasangannya. Terkadang isteri terlalu banyak menuntut kepada suami, seperti minta dibelikan make up dan skincare  mahal, baju dan tas glamour yang harganya fantastis, dan masih banyak lagi. Sedangkan gaji suami masih belum mampu untuk membelikan barang-barang tersebut. Karena sang isteri merasa kebutuhannya tidak terpenuhi, akhirnya sang isteri meminta cerai. Itulah mengapa saling mengerti dan memahami pasangan merupakan yang sangat penting dalam rumah tangga.

  • Kerjasama

Dalam rumah tangga kerjasama merupakan suatu kebutuhan dan keharusan yang harus ada. Mengapa? Karena untuk menciptakan keluarga yang harmonis harus ada kerjasama yang baik antara suami dan isteri. Sebagai contoh, suami sebagai pemimpin rumah tangga bertugas untuk bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. kemudian isteri yang bertanggung jawab dengan kondisi yang ada di rumah mulai dari membersihkan rumah, memasak, hingga mendidik anak. Namun, tidak selalu isteri yang bertanggung jawab penuh terhadap semua kegiatan yang ada di dalam rumah. Seorang suami juga harus membantu pekerjaan sang isteri dengan tujuan untuk meringankan pekerjaan sang isteri jika sang suami sedang tidak sibuk bekerja. Tidak ada klaim pembagian tugas secara mutlak, suami khusus ini, isteri khusus itu. Namun harus saling membantu dan bekerja sama. Jangan sampai ada sedikitpun keegoisan baik suami maupun isteri dalam rumah tangga terlebih ketika sudah memiliki anak.

  • Perhatian

Wanita merupakan makhluk yang sangat senang bila diberi perhatian terutama oleh pasangannya. Dalam suatu seminar tentang bagaimana membangun rumah tangga yang bahagia, para peserta wanita ditanya apa yang paling mereka inginkan dalam suatu hubungan, sebagian besar dari mereka menjawab perhatian dan pengertian. Salah satu bentuk perhatian yang sangat penting bagi para isteri adalah waktu. Alokasi waktu suami kepada isteri termasuk bentuk perhatian yang sangat penting. Namun, tidak hanya suami saja yang dituntut untuk mengalokasikan waktu kepada sang isteri, tetapi keduanya. Biasanya wanita yang berkarir atau bekerja diluar rumah juga memiliki kesibukan yang padat sehingga terkadang waktu untuk bersama pasangan menjadi sangat sedikit. Saling meluangkan waktu antara suami maupun isteri meskipun hanya sekedar mengobrol, bercengkerama, melakukan kegiatan-kegiatan kecil bersama dapat menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan mempererat rasa cinta serta kasih sayang dengan pasangan. 

  • Mau mengakui kesalahan dan bersikap lebih dewasa

Tidak ada seorangpun yang tidak pernah salah dalam hidupnya, namun yang paling penting yaitu sifat mau mengakui kesalahan dan meminta maaf juga berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Terkadang sifat ini terhalang oleh tingkat gengsi seseorang yang tinggi. Ketika masing-masing pasangan mau untuk mengakui kesalahan dirinya, tidak saling egois satu dengan yang lain, maka penyelesaian masalah yang ada akan menjadi lebih mudah. Saling berebut salah dan berebut minta maaf juga berebut terimakasih untuk kebaikan sekecil apapun yang dilakukan. Sikap kedewasaan dalam menjalani suatu hubungan akan menciptakan sikap bijak dalam menghadapi masalah yang terjadi. Perlu diperhatikan bahwa tua dengan dewasa merupakan dual hal yang memiliki makna berbeda.

Sebagai penutup, penulis ingin menyampaikan dawuh dari salah seorang guru yaitu Kyai Husen Muhammad beliau mengatakan bahwa pernikahan itu untuk mmebntuk kesalingan yang mana segala pekerjaan rumah tangga tidak dibebankan ke salah satu pihak, melainkan dilakukan secara kerjasama (saling membantu, saling menyayangi, saling mengasihi, dan kesalingan-kesalingan yang lainnya).

WUJUDKAN CINCIN IMPIANMU BERSAMA NAWWIS

Proses Cepat - Design Custom - Harga Terjangkau - Bahan Berkualitas

081-2367-8080

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply